Info Kampus

Info Kampus

STIS Ukhuwah Sukoharjo Ikuti Raker Kopertais X, Bahas Publikasi Dosen dan Kesiapan Akreditasi

SEMARANG, Kamis (15 Oktober 2026) — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo mengikuti Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah X Jawa Tengah yang berlangsung pada 15–16 Oktober 2026 di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang. Kegiatan ini membahas sejumlah agenda strategis pengembangan perguruan tinggi Islam, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, pelaporan kinerja dosen, hingga persiapan akreditasi institusi dan program studi. STIS Ukhuwah Sukoharjo diwakili oleh Ketua STIS, Dr. Beni Setiawan, M.H., bersama admin kampus, Harun, S.H. Keikutsertaan keduanya menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi dan arahan terkait kebijakan akademik, administrasi perguruan tinggi, serta penguatan sistem penjaminan mutu. Penguatan Tata Kelola dan Pembinaan Mutu PTKIS Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Dr. KH. Anasom, M.Hum. Forum ini mempertemukan para pimpinan PTKIS untuk membahas arah kebijakan dan paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi, termasuk aspek pengawasan, pengendalian, pembinaan, serta klasterisasi mutu. Melalui forum tersebut, perguruan tinggi memperoleh ruang untuk memahami perkembangan kebijakan sekaligus mengevaluasi kesiapan masing-masing institusi dalam memenuhi tuntutan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin terukur dan akuntabel. Sosialisasi Pelaporan BKD melalui SISTER Salah satu agenda penting dalam rapat kerja ini adalah sosialisasi pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Materi disampaikan oleh Imam Khoirul Ulumuddin, M.Pd.I., dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Pembahasan menyoroti pentingnya ketertiban pelaporan kinerja dosen sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Dosen dan perguruan tinggi perlu memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat didukung oleh dokumen serta bukti kinerja yang memadai. Dalam forum tersebut, peserta juga menerima informasi mengenai tuntutan publikasi ilmiah dosen, termasuk publikasi artikel pada jurnal terakreditasi Sinta. Informasi yang disampaikan menyebutkan bahwa setiap dosen tetap diwajibkan menghasilkan sedikitnya satu artikel pada jurnal terakreditasi Sinta setiap semester sebagai syarat kelulusan Laporan Beban Kerja Dosen (LBKD). Ketentuan tersebut menjadi perhatian bagi perguruan tinggi dalam menyusun strategi peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi dosen. Catatan: penerapan kewajiban publikasi tersebut perlu disesuaikan dengan regulasi resmi yang berlaku dan pedoman pelaporan BKD/LBKD yang menjadi acuan institusi. Strategi Akreditasi Institusi dan Program Studi Selain pelaporan BKD, rapat kerja membahas strategi akreditasi dan regulasi, termasuk peta jalan menuju akreditasi unggul bagi perguruan tinggi maupun program studi. Salah satu aspek yang ditekankan adalah kesiapan data kuantitatif terkini yang bersumber dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan Sinta. Data tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) serta penyediaan bukti pendukung penilaian akreditasi. Sejumlah data yang perlu dipantau dan dipersiapkan meliputi: Kelengkapan dan konsistensi data tersebut menjadi bagian penting dalam menggambarkan capaian kinerja perguruan tinggi sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan perbaikan. Persiapan Akreditasi Ulang Program Studi Pada tingkat program studi, pembahasan turut mencakup persiapan akreditasi ulang program S1 Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) dan S1 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Materi terkait Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) menyoroti kebutuhan data mengenai profil dosen, tenaga kependidikan, pembiayaan, capaian pembelajaran lulusan, masa studi, waktu tunggu lulusan, penelitian yang melibatkan mahasiswa, serta rekognisi terhadap program studi dan dosen. Bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo, aspek-aspek tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara pengelola institusi, program studi, dan unit penjaminan mutu. Dengan persiapan yang terencana, proses pengumpulan data dan bukti pendukung diharapkan dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan. Ketepatan Waktu dalam Penyiapan dan Sinkronisasi Data Rapat kerja juga membahas aspek teknis penyiapan data, khususnya perbedaan antara rekapitulasi data dan pengajuan permintaan sinkronisasi. Dalam materi yang dibagikan kepada peserta, disebutkan bahwa permintaan sinkronisasi data hanya dapat dilakukan pada tanggal 1–10 setiap bulan. Informasi tersebut menjadi pengingat bagi perguruan tinggi untuk memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data sebelum mengajukan permintaan sinkronisasi. Penyiapan data yang lebih awal dapat membantu mengurangi risiko ketidaksesuaian informasi serta mendukung kelancaran penyusunan laporan akademik dan dokumen akreditasi. Sidang Komisi dan Rekomendasi Pengembangan PTKIS Untuk memperdalam pembahasan, agenda rapat kerja mencakup sidang komisi yang dibagi ke dalam tiga bidang utama: Pemaparan hasil sidang komisi dan penetapan rekomendasi bersama dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Hasil pembahasan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam menentukan langkah pengembangan sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing. Menjadi Bahan Evaluasi bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo Keikutsertaan STIS Ukhuwah Sukoharjo dalam Rapat Kerja Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah X Jawa Tengah menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap kebijakan pendidikan tinggi serta meningkatkan kesiapan institusi dalam memenuhi standar mutu. Informasi dan pengalaman yang diperoleh dari forum ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembenahan administrasi akademik, peningkatan ketertiban pelaporan kinerja dosen, penguatan produktivitas publikasi ilmiah, serta penyiapan dokumen dan data akreditasi secara berkelanjutan. Dengan langkah yang terarah dan koordinasi antarunit yang semakin baik, STIS Ukhuwah Sukoharjo terus berupaya meningkatkan mutu pengelolaan institusi dan program studi demi mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi

Info Kampus

STIS Ukhuwah Sukoharjo Sambut Kunjungan FAI UMS, Bahas Penguatan Akreditasi hingga Hibah Litapdimas

SUKOHARJO, Selasa (13 Oktober 2026) — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk berbagi pengalaman serta bertukar gagasan mengenai penguatan tata kelola perguruan tinggi Islam. Hadir mewakili FAI UMS, Viky Pambudi, M.Pd., Alfian Achmad Choiron, S.T., dan Abil Fida M.Q., M.Pd. Sementara itu, STIS Ukhuwah Sukoharjo menyambut kunjungan tersebut melalui jajaran pengelola dan staf, yaitu Agung Sulistiyo Nugroho, M.Pd., selaku Pembantu Ketua II; Saifullah, M.H., dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM); serta tim administrasi kampus. Berbagi Pengalaman dalam Pengelolaan Perguruan Tinggi Diskusi berlangsung secara santai dengan membahas berbagai aspek strategis pengembangan perguruan tinggi, mulai dari persiapan akreditasi, penjaminan mutu internal, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi STIS Ukhuwah dalam menyusun langkah-langkah perbaikan kelembagaan secara terarah dan berkelanjutan. 1. Penguatan Dokumen dan Persiapan Akreditasi Salah satu pembahasan utama adalah pentingnya mempersiapkan dokumen akreditasi secara konsisten. Pemenuhan dokumen dan data pendukung perlu menjadi bagian dari aktivitas tata kelola sehari-hari, bukan sekadar dilakukan menjelang pelaksanaan asesmen. Penyusunan narasi dan analisis akademik perlu melibatkan pengelola serta dosen sesuai bidangnya, sementara mahasiswa dapat dilibatkan dalam pengumpulan data pendukung yang relevan. Dengan demikian, kesiapan akreditasi dapat dibangun melalui proses yang terencana dan terdokumentasi. 2. Penjaminan Mutu Internal dan Tindak Lanjut AMI Dalam aspek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), diskusi menyoroti pentingnya memastikan bahwa Audit Mutu Internal (AMI) tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan dan penyusunan laporan. Hasil audit perlu ditindaklanjuti melalui rencana perbaikan yang terukur, penetapan penanggung jawab, serta pemantauan secara berkala. Langkah ini penting agar penjaminan mutu benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja institusi. 3. Pengembangan Penelitian dan Hibah Litapdimas Bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Beberapa hal yang dibahas meliputi peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan publikasi dosen, perluasan kerja sama dengan sekolah dan pesantren, serta peluang memperoleh pendanaan melalui program hibah Litapdimas. Penguatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal, melaksanakan penelitian, dan menghasilkan publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas akademik perguruan tinggi. 4. Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Pembahasan berikutnya berfokus pada pengembangan jurnal ilmiah sebagai sarana publikasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa. Aspek yang menjadi perhatian mencakup pengelolaan Open Journal Systems (OJS), pengurusan ISSN, pengajuan DOI, serta peningkatan kualitas pengelolaan dan pengindeksan jurnal secara bertahap. Penataan jurnal yang baik diharapkan dapat memperkuat budaya penelitian sekaligus meningkatkan visibilitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika. 5. Pengembangan SDM dan Pengelolaan Beban Kerja Dosen Diskusi turut menyinggung pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan beban kerja dosen secara proporsional. Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu didukung oleh pembagian tugas yang jelas, pelatihan, pendampingan, serta kebijakan penghargaan atau insentif yang sesuai dengan ketentuan dan kemampuan institusi. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi dosen sekaligus menjaga keberlangsungan pengembangan institusi. Memperkuat Jejaring dan Komitmen Pengembangan Institusi Kunjungan perwakilan FAI UMS menjadi momentum bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo untuk memperluas wawasan dan memperkuat langkah pengembangan kelembagaan. Berbagai pengalaman yang dibagikan dalam pertemuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja, memperbaiki sistem tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Kedua belah pihak berharap komunikasi dan hubungan baik yang terjalin dapat terus dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan peluang kolaborasi pada masa mendatang. Melalui kegiatan ini, STIS Ukhuwah Sukoharjo terus berupaya membangun fondasi tata kelola akademik yang semakin tertata, memperkuat budaya mutu, serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Info Kampus

Prodi HES STIS Ukhuwah Gelar Seminar Perdana, Bahas Relevansi Fikih Muamalah Klasik di Era Modern

SUKOHARJO, Sabtu (5 September 2026) — Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo sukses menyelenggarakan Seminar Perdana Prodi HES di Auditorium Kampus STIS Ukhuwah Sukoharjo. Mengangkat tema “Fikih Muamalah Klasik Menjawab Permasalahan Ekonomi Modern”, seminar ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana khazanah fikih muamalah klasik tetap memiliki relevansi dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi dan transaksi yang berkembang di era modern. Menghadirkan Tiga Narasumber Seminar menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang fikih, hukum, dan ekonomi syariah. 1. Ustadz Dr. Hanif Beni Setyawan, S.H., M.H. — Ketua STIS Ukhuwah Sukoharjo Ustadz Dr. Hanif Beni Setyawan membahas landasan filosofis serta urgensi fikih muamalah di era modern. Pembahasan diarahkan pada pentingnya memahami prinsip-prinsip dasar muamalah sebagai landasan dalam menghadapi perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. 2. Ustadz Fajri Nur Setyawan, M.H. — Kaprodi HES STIS Ukhuwah Ustadz Fajri Nur Setyawan menekankan relevansi kitab-kitab muamalah klasik dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami teks-teks fikih sebagai khazanah keilmuan, tetapi juga melihat bagaimana prinsip dan metode yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern. 3. Ustadz Azhar Alimudin, M.H. — Dosen Prodi HES Sementara itu, Ustadz Azhar Alimudin memberikan studi kasus praktis mengenai penerapan akad-akad syariah dalam transaksi kekinian. Materi ini membantu mahasiswa menghubungkan konsep fikih muamalah yang dipelajari secara teoritis dengan praktik transaksi yang mereka temui di masyarakat. Menghubungkan Khazanah Klasik dengan Persoalan Modern Seminar yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi HES ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa hukum Islam memiliki prinsip yang kokoh sekaligus mampu merespons perkembangan zaman. Fikih muamalah tidak diposisikan semata-mata sebagai kajian terhadap persoalan ekonomi pada masa lalu. Lebih dari itu, pemahaman terhadap kaidah, prinsip, dan akad dalam fikih muamalah dapat menjadi bekal untuk menganalisis berbagai bentuk transaksi dan persoalan ekonomi yang terus berkembang. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat hubungan antara khazanah keilmuan Islam klasik dan kebutuhan masyarakat modern, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah. HES STIS Ukhuwah Siapkan Mahasiswa sebagai Problem Solver Melalui seminar perdana ini, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STIS Ukhuwah Sukoharjo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemampuan menganalisis, memahami konteks, dan memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi syariah yang muncul di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran fikih muamalah di Prodi HES diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memahami khazanah fikih klasik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan keilmuannya dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Seminar perdana ini menjadi salah satu langkah Prodi HES STIS Ukhuwah dalam membangun budaya akademik yang mengintegrasikan keilmuan Islam, pemahaman hukum, dan kemampuan menghadapi persoalan nyata di masyarakat. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Info Kampus

Tim Media STIS Ukhuwah Sukoharjo Matangkan Agenda Media dan Publikasi Oktober 2026

SUKOHARJO, Senin (5 Oktober 2026) — Tim Media STIS Ukhuwah Sukoharjo melaksanakan rapat persiapan agenda media dan publikasi untuk bulan Oktober 2026. Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi komunikasi dan publikasi institusi, program studi, serta berbagai aktivitas sivitas akademika STIS Ukhuwah Sukoharjo. Rapat dihadiri oleh Ketua Media Sosial dan PMB, Agung S.N., M.Pd.; Ali Mahdi, M.H., yang mewakili Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Ali Riyadi, M.H.; Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fajri N.S., M.H.; perwakilan bidang media sosial BEM; Ketua HIMA HKI, Ishak; Ketua HIMA HES, Hisyam; serta unsur Tim Media STIS Ukhuwah Sukoharjo. Finalisasi Konsep dan Pembagian Tugas Dalam rapat tersebut, tim membahas berbagai persiapan teknis dan nonteknis untuk memastikan agenda produksi media dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. Pembahasan mencakup finalisasi konsep produksi, pembagian tugas dan penanggung jawab, penyusunan script dan shot list, penentuan jadwal talent dan lokasi, serta kebutuhan teknis produksi. Perencanaan yang matang diharapkan dapat membantu setiap tim memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga proses produksi dapat berjalan lebih efektif. Sejumlah Konten Disiapkan Beberapa agenda produksi media yang menjadi pembahasan dalam rapat antara lain: Berbagai konten tersebut dirancang untuk memperkenalkan STIS Ukhuwah Sukoharjo secara lebih luas sekaligus menyampaikan informasi mengenai program studi, kehidupan mahasiswa, aktivitas akademik, dan berbagai keunggulan yang dimiliki institusi. Produksi Terjadwal dan Terarah Setelah tahap persiapan dan finalisasi konsep, seluruh agenda produksi akan dilaksanakan sesuai dengan timeline produksi, editing, review, finalisasi, dan publikasi yang telah disusun oleh Tim Media STIS Ukhuwah Sukoharjo. Dengan adanya perencanaan yang terstruktur, diharapkan setiap konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki kualitas visual dan pesan yang sesuai dengan identitas STIS Ukhuwah Sukoharjo. Rapat ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun sistem media dan publikasi yang lebih terarah, konsisten, dan kolaboratif dengan melibatkan unsur pimpinan, program studi, BEM, HIMA, serta Tim Media STIS Ukhuwah Sukoharjo. Melalui sinergi tersebut, STIS Ukhuwah Sukoharjo terus berupaya memperkuat komunikasi publik dan menghadirkan informasi yang lebih dekat dengan mahasiswa, calon mahasiswa, orang tua, serta masyarakat luas. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Info Kampus

Kunjungan dan Penyerahan Donasi untuk Ananda Naufal Syadad

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon izin mengabarkan bahwa alhamdulillah, kami telah selesai melaksanakan kunjungan untuk menjenguk ananda Naufal Syadad, mahasiswa STIS Ukhuwah, pada: 📅 Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026🕐 Waktu: 12.24 WIB Dalam kunjungan tersebut, kami turut menyertai Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Agung S.N., B.A., M.Pd. Alhamdulillah, saat ini ananda Naufal sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi. Pada kesempatan tersebut, donasi yang telah dihimpun dari mahasiswa dan mahasiswi, dosen, serta civitas akademika STIS Ukhuwah turut diserahkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari keluarga besar STIS. Penyerahan donasi dari perwakilan mahasiswa disampaikan oleh Ikrimah, dan diterima oleh Yahya, kakak dari ananda Naufal. 🤲 Mari Bersama Mendoakan Mari kita bersama-sama mendoakan agar Allah memberikan kelancaran dalam proses pemulihan ananda Naufal, memberikan kesehatan, serta mengangkat segala sakit yang dideritanya. اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا​ “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah rasa sakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” 📋 Laporan Rekapitulasi Penggalangan Dana Saldo awal: Rp1.498.300Pembelian bingkisan buah: Rp100.000Saldo akhir: Rp1.398.300 Jazakumullahu khairan katsiran kepada Bapak/Ibu, para dosen, mahasiswa dan mahasiswi, serta seluruh civitas akademika STIS Ukhuwah atas perhatian, dukungan, sumbangan, dan doa yang telah diberikan. Semoga kepedulian dan bantuan yang diberikan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan bagi kita semua dan menjadi wasilah kebaikan serta keberkahan bagi ananda Naufal dalam menjalani masa pemulihan. جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Info Kampus

STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STDI Imam Syafi’i Jember Tandatangani MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi Islam

JEMBER — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo dan Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Bersama pada Rabu, 16 September 2026, di Jember. Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Penguatan Hubungan Kelembagaan Dari pihak STIS Ukhuwah Sukoharjo, hadir Ketua STIS Ukhuwah Sukoharjo, Dr. Beni Setiawan, S.Ag., M.H., didampingi Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Agung S.N., B.A., M.Pd. Turut hadir Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Ali Riyadi, S.H., M.H., serta Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fajri Nur Setiawan, Lc., M.H. Sementara dari STDI Imam Syafi’i Jember, kegiatan dihadiri Ketua STDI Imam Syafi’i Jember, Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc., M.A., bersama Pembantu Ketua I, Dr. Anas Burhanuddin, Lc., M.A. Turut hadir Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Arif Husnul Khuluq, S.H., M.H., Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Yusdi Haq, B.A., M.H., serta jajaran dosen dan staf. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kedua institusi membahas peluang pengembangan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat. Lima Ruang Lingkup Kerja Sama Melalui Nota Kesepahaman Bersama yang ditandatangani, STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STDI Imam Syafi’i Jember menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama yang dapat dikembangkan secara bertahap. 1. Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik (Training) Kerja sama dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik melalui kegiatan pelatihan serta program pengembangan profesional. 2. Penelitian Bersama (Joint Research) Pengembangan penelitian kolaboratif yang dapat melibatkan dosen dan sivitas akademika dari kedua perguruan tinggi. 3. Kegiatan Sosial dan Dakwah Pelaksanaan kegiatan sosial dan dakwah secara bersama sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. 4. Pengabdian kepada Masyarakat (KKN) Kolaborasi dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). 5. Kegiatan Lain yang Disepakati Para Pihak Pengembangan kerja sama dalam bidang lain yang disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan perkembangan kedua institusi. Dari MoU Menuju Program Nyata Penandatanganan MoU menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih konkret. Kesepahaman yang telah dibangun diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi kedua perguruan tinggi. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik dan kelembagaan, seperti pelatihan bersama, penelitian kolaboratif, kegiatan dakwah dan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Dengan demikian, MoU tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi landasan bagi terwujudnya kerja sama yang aktif dan berkelanjutan. MoU menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, penelitian, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Membangun Sinergi yang Berkelanjutan Kerja sama antara STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STDI Imam Syafi’i Jember diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan jejaring antarlembaga pendidikan tinggi Islam. Sinergi antarkampus membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman, mengembangkan potensi, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas jejaring kemitraan dan mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, kemahasiswaan, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi kedua institusi, kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program bersama yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing. Bersinergi untuk Pendidikan Tinggi Islam Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STDI Imam Syafi’i Jember menegaskan komitmen untuk terus membangun kolaborasi yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika serta masyarakat. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ukhuwah, memperluas jejaring kelembagaan, dan bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang bermutu. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Info Kampus

STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan MoU

SURABAYA — STIS Ukhuwah Sukoharjo memperkuat jejaring dan sinergi dengan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya melalui kunjungan kelembagaan dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 15 September 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi Islam sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang strategis. Mempererat Jejaring Antarlembaga Pendidikan Tinggi Islam Rombongan STIS Ukhuwah Sukoharjo hadir dengan jajaran pimpinan dan pengelola kampus. Rombongan dipimpin oleh Pembina Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah, Ust. Aris Sugiantoro, bersama Kepala Litbang, Ust. Arif Nurrahim. Turut hadir Ketua STIS Ukhuwah Sukoharjo, Dr. Beni Setiawan, Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Agung Sulistiyo Nugroho, M.Pd., Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fajri N. S., M.H., serta Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Ali Riyadi, M.H. Kedatangan rombongan STIS Ukhuwah Sukoharjo disambut langsung oleh Ketua STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Oscar Wardhana Windro Saputro, S.T.P., Lc., M.P., beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat ukhuwah dan kesamaan visi dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam. Membuka Ruang Kolaborasi Strategis Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Kerja sama diarahkan pada sejumlah bidang strategis, meliputi: Pembahasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun berbagai program bersama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus masyarakat luas. Penandatanganan MoU Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) menjadi tonggak awal untuk menerjemahkan semangat kolaborasi ke dalam program-program nyata. Kerja sama antarkampus diharapkan dapat membuka ruang bagi pertukaran pengalaman, pengembangan kegiatan akademik bersama, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta berbagai program lain yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Sinergi antarlembaga pendidikan tinggi menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan.” Langkah Strategis Pengembangan STIS Ukhuwah Bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo, kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperluas jaringan kemitraan sekaligus memperkuat kualitas tata kelola dan pengembangan akademik perguruan tinggi. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi pintu terbukanya berbagai bentuk kolaborasi baru yang saling menguatkan antara STIS Ukhuwah Sukoharjo dan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, kedua perguruan tinggi menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata untuk mempererat ukhuwah, memperluas jejaring, dan menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi umat dan bangsa. Bersinergi untuk Pendidikan Islam yang Lebih Baik STIS Ukhuwah Sukoharjo akan terus membuka ruang kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai lembaga sebagai bagian dari ikhtiar membangun perguruan tinggi Islam yang kuat secara kelembagaan, unggul dalam akademik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Info Kampus

Diktis Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pengembangan Akademik STIS Ukhuwah Sukoharjo

SUKOHARJO — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ukhuwah Sukoharjo terus memperkuat fondasi kelembagaan dan pengembangan akademiknya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Pembinaan Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia dengan tema “Menguatkan Fondasi, Tata Kelola dan Pengembangan Akademik STIS Ukhuwah Sukoharjo”, yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asro’i, M.Pd., Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, sebagai pemateri utama. Penguatan Fondasi Perguruan Tinggi Kehadiran pejabat Diktis Kemenag RI menjadi momentum penting bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo untuk memperoleh penguatan dan arahan strategis dalam membangun perguruan tinggi dengan tata kelola yang baik, sistem akademik yang kuat, serta pengembangan yang berkelanjutan. Dr. Asro’i, M.Pd. disambut langsung oleh Pembina Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah, Ustadz Aris Sugiyantoro, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah, Drs. Muhammad Syahli, serta jajaran pengurus yayasan. Dari unsur STIS Ukhuwah Sukoharjo, kegiatan dihadiri oleh Ketua STIS Ukhuwah Sukoharjo, Dr. Beni Setiawan, beserta jajaran pimpinan, di antaranya Harun Ar-Rasyid, M.Pd., Sigit Sucahyo, dan Agung S.N., M.Pd. Turut hadir jajaran program studi, dosen, serta civitas akademika STIS Ukhuwah Sukoharjo. “Penguatan fondasi perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk membangun tata kelola dan pengembangan akademik yang tertib, profesional, serta berkelanjutan.” Rangkaian Kegiatan Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah, Ustadz Aris Sugiyantoro. Memasuki acara inti, Dr. Asro’i, M.Pd. menyampaikan materi pembinaan yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu penguatan fondasi perguruan tinggi, tata kelola kelembagaan, dan pengembangan akademik. Sesi pembinaan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara pemateri dengan pimpinan, dosen, serta civitas akademika STIS Ukhuwah Sukoharjo. Membangun Tata Kelola dan Budaya Mutu Pembinaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan STIS Ukhuwah Sukoharjo sebagai perguruan tinggi yang terus melakukan penguatan internal. Pengembangan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif, tetapi juga membutuhkan fondasi akademik yang kokoh, tata kelola yang profesional, serta budaya mutu yang dibangun secara konsisten. Melalui kegiatan ini, STIS Ukhuwah Sukoharjo diharapkan semakin siap mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat peran STIS Ukhuwah Sukoharjo dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, karakter Islami, dan integritas. Momentum Evaluasi dan Langkah Strategis Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mukhlis Abu Said, sebelum seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi dan foto bersama. Bagi STIS Ukhuwah Sukoharjo, kunjungan dan pembinaan dari Diktis Kemenag RI ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi, penguatan, dan penyiapan langkah strategis menuju tata kelola serta pengembangan akademik yang semakin baik. Dengan sinergi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, program studi, dosen, dan seluruh civitas akademika, STIS Ukhuwah Sukoharjo terus meneguhkan langkah untuk tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang kuat secara kelembagaan, unggul dalam akademik, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. STIS Ukhuwah Sukoharjo — Berilmu, Berkarakter, Berkontribusi.

Scroll to Top